Tumpek Landep.

TUMPEK LANDEP
>>>============>

tumpek landep1
Tumpek lndep dirayakan setiap Sanisara Kliwon Wuku Landep. Tumpek Landep berasal dari kata Tumpek dan Landep, tumpek yang berarti Tampek atau dekat dan Landep yang berarti Tajam. Jadi dalam konteks filosofis, Tumpek Landep merupakan tonggak penajaman, citta, budhi dan manah (pikiran). Dengan demikian umat selalu berperilaku berdasarkan kejernihan pikiran dengan landasan nilai – nilai agama. Dengan pikiran yang suci, umat mampu memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk

Tumpek landep merupakan hari raya pemujaan kepada Sang Hyang Siwa Pasupati sebagai dewanya taksu. Jadi setelah mempertingati Hari Raya Saraswati sebagai perayaan turunya ilmu pengetahuan, maka setelah itu umat memohonkan agar ilmu pengetahuan tersebut bertuah atau memberi ketajaman pikiran dan hati. Pada rerainan tumpek landep juga dilakukan upacara pembersihan dan penyucian aneka pusaka leluhur seperti keris, tombak dan sebagainya sehingga masyarakat awam sering menyebut Tumpek Landep sebagai otonan besi. Namun seiring perkembangan jaman, makna tumpek landep menjadi bias dan semakin menyimpang dari makna sesungguhnya.

Sekarang ini masyarakat justru memaknai tumpek landep lebih sebagai upacara untuk motor, mobil serta peralatan kerja dari besi. Sesungguhnya ini sangat jauh menyimpang. Boleh saja pada rerainan Tumpek Landep melakukan upacara terhadap motor, mobil dan peralatan kerja namun jangan melupakan inti dari pelaksanaan Tumpek Landep itu sendiri yang lebih menitik beratkan agar umat selalu ingat untuk mengasah pikiran (manah), budhi dan citta. Dengan manah, budhi dan citta yang tajam diharapkan umat dapat memerangi kebodohan, kegelapan dan kesengsaraan. Ritual Tumpek Landep sesungguhnya mengingatkan umat untuk selalu menajamkan manah sehingga mampu menekan perilaku buthakala yang ada di dalam diri.

tumpek landep3tumpek landep4

Jika menilik pada makna rerainan, sesungguhnya upacara terhadap motor, mobil ataupun peralatan kerja lebih tepat dilaksanakan pada Tumpek Kuningan, yaitu sebagai ucapan syukur atas anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas sarana dan prasara sehingga memudahkan aktifitas umat, serta memohon agar perabotan tersebut dapat berfungsi dengan baik dan tidak mencelakakan. Tumpek landep adalah tonggak untuk mulat sarira / introspeksi diri untuk memperbaiki karakter agar sesuai dengan ajaran – ajaran agama. Pada rerainan tumek landep hendaknya umat melakukan persembahyangan di sanggah/ merajan serta di pura, memohon wara nugraha kepada Ida Sang Hyang Siwa Pasupati agar diberi ketajaman pikiran sehingga dapat menjadi orang yang berguna bagi masyarakat. Pada rerainan tumpek landep juga dilakukan pembersihan dan penyucian pusaka warisan leluhur. Bagi para seniman, tumpek landep dirayakan sebagai pemujaan untuk memohon taksu agar kesenian menjadi lebih berkembang, memperoleh apresiasi dari masyarakat serta mampu menyampaikan pesan – pesan moral guna mendidik dan mencerdaskan umat.

Jadi sekali lagi ditegaskan, Tumpek Landep bukan rerainan untuk mengupacarai motor, mobil ataupun perabotan besi, tetapi lebih menekankan kepada kesadaran untuk selalu mengasah pikiran (manah), budhi dan citta untuk kesejahteraan umat manusia. Boleh saja pada rerainan Tumpek Landep mengupacarai motor, mobil dan sebagainya sebagai bentuk syukur namun itu adalah nilai tambahan saja. Jangan sampai perayaan rerainan menitik beratkan pada nilai tambahan namun melupakan inti pokok dari rerainan tersebut.

tumpek landep2

 

English:

Tumpek landep
>>> ============>
Tumpek lndep celebrated every Sanisara POND wuku Landep. Tumpek Landep comes from the word Tumpek and Landep tumpek meaning Tampek or close and meaningful Landep Sharp. So in the context of the philosophical, Tumpek Landep a milestone sharpening, citta, budhi and manas (mind). Thus people are always behaves based on the clarity of mind with a foundation of values ​​- values ​​of religion. With a pure mind, people were able to pick and choose which ones are good and which are bad

Tumpek landep is the feast day of worship to the Sang Hyang Pasupati as his god Shiva taksu. So after commemorating the Hari Raya Saraswati as a celebration of the fall of the sciences, then after that people pray that this science philosopher or give a sharpness of mind and heart. In rerainan tumpek landep also performed ritual cleansing and purification of various ancestral heirlooms like kris, spears and so forth so that ordinary people often refer Tumpek otonan Landep as iron. But with the changing times, meaning tumpek landep be biased and increasingly deviate from their true meaning.

This is now the community is tumpek landep interpret more as a ceremony for motorcycles, cars and working equipment of iron. Actually it is very far away. It is fine in rerainan Tumpek Landep perform the ceremony on motorcycles, cars and work equipment, but do not forget the core of the implementation of Tumpek Landep itself more focused so that people always remember to sharpen the mind (manas), Budhi and citta. With manah, budhi and sharp citta expected people can combat ignorance, darkness and misery. Ritual Tumpek Landep actually remind people to always sharpen manah buthakala so as to suppress behavior that lies within.

If you view the meaning rerainan, the real ceremony on motorcycles, cars or appliances work more appropriately carried out on Tumpek Kuningan, namely as a thanksgiving for the gift of Ida Sang Hyang Widhi Wasa on facilities and infrastructures so as to facilitate the activities of the people, and requested that the furniture can work good and not harm. Tumpek landep is a milestone for mulat sarira / introspection to improve the character to fit the teachings – teachings of religion. In rerainan tumek landep should people do worship in the corrected / merajan well as in temples, pleading wara nugraha to Ida Sang Hyang Shiva Pasupati be given the sharpness of the mind so that it can become a useful person to society. In rerainan tumpek landep also do the cleaning and purification of the ancestral heritage. For the artists, tumpek landep celebrated as a cult to invoke taksu the arts becomes more developed, appreciated by the community and is able to convey the message – the message of moral order to educate and educate people.

So once again confirmed, Tumpek Landep not rerainan to revere motorcycles, cars or iron furniture, it is more about awareness to always sharpen the mind (manah), Budhi and citta to the welfare of mankind. It is fine in rerainan Tumpek Landep reveres motorcycles, cars and so on as a form of gratitude, yet it is an additional value only. Do not let the celebration rerainan focus on additional value, and forget the main core of the rerainan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*