You searched for "poto-yang-lucu-dan-aneh". Here are the results:

Ciri-ciri orang melik menurut Hindu di Bali.

No Comments

BALI AGA

You want to use https://translate.google.com/ to understand this article.

The only reason to keep this article in Indonesia language is because there are so many words that are better to be in their original form. As there is no translation for them. Still you can understand the content of this article.

Ciri-ciri orang melik menurut Hindu di Bali.

Kita semua terlahir kembali sebagai manusia dengan membawa energi kita sendiri masing-masing. Diantaranya adalah energi kesadaran, energi kesiddhian, energi karma, energi kebiasaan, energi kecenderungan, dsb-nya.

Salah satu istilah untuk menunjuk pada energi kelahiran kita di Bali disebut “melik”. Sebenarnya melik disebabkan karena energi kesiddhian dan energi karma kita sendiri yang kita bawa dari kehidupan sebelumnya. Umumnya orang melik di kehidupan sebelumnya melakukan Read More

Tumpek Landep.

TUMPEK LANDEP
>>>============>

tumpek landep1
Tumpek lndep dirayakan setiap Sanisara Kliwon Wuku Landep. Tumpek Landep berasal dari kata Tumpek dan Landep, tumpek yang berarti Tampek atau dekat dan Landep yang berarti Tajam. Jadi dalam konteks filosofis, Tumpek Landep merupakan tonggak penajaman, citta, budhi dan manah (pikiran). Dengan demikian umat selalu berperilaku berdasarkan kejernihan pikiran dengan landasan nilai – nilai agama. Dengan pikiran yang suci, umat mampu memilah dan memilih mana yang baik dan mana yang buruk

Tumpek landep merupakan hari raya pemujaan kepada Sang Hyang Siwa Pasupati sebagai dewanya taksu. Jadi setelah Read More

Tumpek Krulut = Hindu Bali’s Valentine Day ?

Hindu juga punya hari kasih SAYANG * Bukan Valentine’s Day

“Tumpek Krulut”
Tgl 20 Mei 2017 …
Saniscara..
Kliwon…
Beteng…
Raja…
Ludra..
Brahma…
Was…
Wong…
Sri…
Pepet…
Tulus…
Watek watu uler
Lintang paglangan…
Setiap 6 bulan atau 210 hari….

Makna perayaan Tumpek Krulut memang kasih sayang.
Kata krulut berasal dari kata lulut yang artinya ‘senang’ atau ‘cinta’ yang bisa disejajarkan dengan makna sayang,”

Makna Tumpek Krulut sebagai hari kasih sayang itu ditunjukkan dengan adanya sarana banten sekar taman yang dihaturkan saat Tumpek Krulut.
Dalam pemahaman banten sekartaman merupakan bentuk ungkapan rasa sayang kepada siapa saja yang memunculkan energi positif dan bermanfaat bagi kehidupan umat manusia.

Di India juga ada tradisi peringatan hari kasih sayang.
Di tanah kelahiran agama Hindu itu ada hari Raksa Banda atau pun Walmiki Jayanti.
Raksa Banda merupakan hari untuk mengukuhkan ikatan cinta, kasih dan sayang di antara pasangan suami – istri, laki – laki dan perempuan.
Pada hari Raksa Banda itu, sang lelaki diberikan tetebus berupa benang, pihak perempuan diberikan gelang.
Tatkala hari Walmiki Jayanti, anak – anak hingga yang masih muda akan mempersembahkan bunga kepada orang yang lebih tua.

Namun, masyarakat Hindu Bali selama ini merayakan hari Tumpek Krulut sebagai hari piodalan di pelinggih penyarikan di banjar serta odalan GONG.
Karena itu, acap kali ditemui, saat hari Tumpek Krulut dilaksanakan upacara piodalan di banjar-banjar.

Yadnya saat hari Tumpek Krulut jika dicermati secara mendalam sesungguhnya sebagai sarana memunculkan rasa saling asih asah dan asuh di antara sesama manusia melalui sarana seni tetabuhan, karya cipta Hyang Widhi yang membuat rasa tertarik, senang, terpesona.

Tumpek Krulut merupakan hari pemujaan taksu.
Kata krulut diambil dari kata lulut artinya sayang berkaitan dengan hubungan antara laki – laki dan perempuan, suami – istri atau pun sepasang kekasih.
Rasa senang atau kasih itu berhubungan dengan kharisma atau wibawa yang menyebabkan orang lain tertarik.

Pemaknaan yang lebih segar terhadap suatu hari raya keagamaan memang suatu hal yang penting dilakukan sepanjang tidak jauh beranjak dari dasar sastra yang mendasari munculnya hari raya itu.
Pemaknaan Tumpek Krulut sebagai hari kasih sayang dapat dianggap sebagai sebuah pemaknaan baru yang lebih segar sesuai dengan konteks zamannya.